Minggu, 10 Maret 2013

Indah dan Nikmatnya Umroh

Indahnya dan Nikmatnya Umroh. Perjalanan ibadah Sembilan hari terasa sangat indah sekali. Ini merupakan perjalanan ke luar negeri  yang terasa berbeda ketika hati dijadikan rendah, yang kaya, miskin, cantik, jelek, hitam putih warna kulit, tidak ada nilainya dimataNya ketika sujud di depan Ka'bah. Rasa ingin berkunjung ke rumah Allah SWT dan rumah RasulNYA SAW, Alhamdulillah terlaksana juga akibat pemberian Allah SWT dari dorongan niat dan doa. Perjalanan penuh dengan air mata dan ketakutan akan berbuat salah, mengunjungi tempat paling suci di dunia ini.

Sekian banyak tempat indah sudah menjadi bahan cerita ketika kembali pulang. Dan sekian banyak dokumentasi menjadi oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat, tetapi tidak ada tempat lain selain RumahNYA dan rumah RasulNYA, yang begitu sangat indah yang dapat menumpahkan semua simpanan air mata.


Tiga hari di Kota Nabi, Madinah Al-Munawarrah, tidak mampu melepaskan rindu akan Kekasih Allah, Nabi Allah, manusia yang paling rendah hati, Muhammad SAW, shalawat dan salam untukmu, untuk keluargamu dan untuk para sahabatmu ya Rasullullah. Begitu salam yang diucapkan ketika melintas di depan kubur Nabi. Air mata rindu tidak dapat dibendung diantara desakan saudara-saudara seiman, air mata rindu setiap kali mendekati kuburnya.

Begitu cepat waktu, hati sesak dan sedih ketika harus meninggalkan rumah, Masjid dan Kota Rasulullah SAW menuju Tanah Haram, Makkah Al-Mukarramah untuk berumrah.

Kesombongan sirnah ketika hanya memakai 2 lembar kain putih, tidak ada emas permata, tidak tercium wangi Ralph Lauren atau Armani, tidak terlihat yang kaya maupun yang miskin, yang ada hanya manusia dan hatinya. Diri menjadi kecil tiada berarti, hanya pasrah sepanjang langkah tawaf mengelilingi RumahNYA, yang insya Allah akan terus membekas di diri sepanjang masa. Hati menjadi sabar ketika lari kecil sai, mengingatkan akan hebatnya dua manusia sabar yang kehausan sepanjang Sofah dan Marwah.

Melihat RumahNYA benar-benar menyejukkan hati, terasa dekat dengan Yang Memiliki, menjadikan rasa rindu bergelora sekali ingin bertemu denganNYA. Tempat pelipur lara, tempat mencurahkan kegalauan hati, tempat menangis, tempat mempasrahkan diri, tempat mengakui semua dosa-dosa dan bertaubat. Betapa indahnya bangunan kotak hitam yang terbuat dari batu dan berselimut khiswah itu. Ya Allah, Ya Rabb kembalikan aku mengunjungi RumahMu dan rumah RasulMu, aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar